Langsung ke konten utama

ARTI DAN MAKNA TAJWID




Tajwid secara harfiah berarti melakukan sesuatu dengan indah, meperbagus dan memperelok. Tajwid berasal dari kata jawwada, yujawwidu, tajwiidan. Tajwid juga berarti at-Tahsin (memperbagus). Adapun dalam Ilmu Qira’ah, tajwid berarti suatu cara mengeluarkan huruf dari tempatnya sesuai dengan sifat-sifat yang dimilikinya.

Jadi, tajwid adalah cara memperbagus, memperindah, dan memperelok bunyi bacaan huruf-huruf didalam al-Qur’an sehingga terpenuhi hak-haknya. At-Tajwid juga bisa bermakna at-Tartil. Yakni, membacanya dengan indah dan bagus sesuai hak-haknya. 

Artinya: “Bacalah al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzammil/73: 4).

Maksud membaca al-Qur’an dengan tartil, oleh ulama mengartikannya membaca dengan tajwid.

Tajwid secara istilah, menurut Imam Ibnul Jazari: 

“Tajwid adalah membaca dengan membaguskan pelafalannya, yang terhindar dari keburukan pelafalan dan keburukan maknanya, serta membaca dengan maksimal tingkat kebenarannya dan kebagusannya (An Nasyr fil Qiraat Al Asyr, 1/210).

Berdasarkan penjelasan ini, dapat kita pahami pentingnya mempelajari tajwid. Terkhusus kepada para pengajar di TPQ, Pesantren maupun para guru qur’an di sekolah. Bisa juga untuk masyarakat jika mau mempelajari dan memahami teori-teori tajwid supaya mengajar al-Qur’an sesuai dengan kaidah-kaidahnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

     ANIN LIHI, M. AG SELAMAT MENUNAIKAN SHALAT IDHUL ADHA 1443 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

Sekilas Memahami Islam, Iman, dan Ihsan

  السلام عليكم وَرَحْمَةُ الله وبركاته                                                                     انَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ ونَسْتَغْفِرُهُ ˛ وَنَعُوْذُبِاللهِ مِنْش ُ رُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ˛ مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مَضِلَّلَهُ ˛ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَلَهُ˛ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ˛ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ مُحَمدٍ. أَمَّا بَعْدُ. فيَاعِبَادَ اللهِ أُصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُوْنَ, وَقَالَ تَعَالَى فِى قُرْأنِهِ الْكَرِيْمِ˛ أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ˛ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ˛ يَاأَيُّهَا النَّاسُ التَّقُوْا رَبَّكُمُ الَذِي ...

GENERASI TERSESAT

 Seringkali kita mendengar kisah dari orang yang membanggakan leluhurnya, asal kelahirannya, Datuknya, Kakeknya, ayahnya, ibunya, dan saudaranya. Dia mulai bercerita, Leluhurku dulu seorang alim ulama, kakekku dulu seorang abid, ayah dan ibuku ahli ibadah dan ahli Qur'an. Mereka Tidak pernah meninggalkan shalat dan bahkan mereka juga telah dipanggil haji,  ada yang menjadi Kiyai, Ustadz, Ulama, Imam, dan Qori' terkenal. Kampungnya diceritakannya sebagai kampung ulama, jamaah masjidnya selalu penuh, dikampung itu tidak kami kenal yang namanya pesta, pemuda tidak menyukai minuman keras, kehidupan begitu akur. Semua itu terwujud karena  kampung itu terkenal sebagai pengamal agama yang aktif. Terbukti dahulu jamaah shalat fardhu di masjid selalu penuh, kegiatan keagamaan selalu hidup, pengajian tiap ramadhan selalu diadakan, dan dirumah-rumah sering terdengar bacaan al-Qur'an dan shalawat. Itulah keadaan kampungku dan amal leluhurku dulu. Seiring berjalannya waktu, suasana ke...