Langsung ke konten utama

GENERASI TERSESAT

 Seringkali kita mendengar kisah dari orang yang membanggakan leluhurnya, asal kelahirannya, Datuknya, Kakeknya, ayahnya, ibunya, dan saudaranya.

Dia mulai bercerita, Leluhurku dulu seorang alim ulama, kakekku dulu seorang abid, ayah dan ibuku ahli ibadah dan ahli Qur'an. Mereka Tidak pernah meninggalkan shalat dan bahkan mereka juga telah dipanggil haji,  ada yang menjadi Kiyai, Ustadz, Ulama, Imam, dan Qori' terkenal. Kampungnya diceritakannya sebagai kampung ulama, jamaah masjidnya selalu penuh, dikampung itu tidak kami kenal yang namanya pesta, pemuda tidak menyukai minuman keras, kehidupan begitu akur. Semua itu terwujud karena  kampung itu terkenal sebagai pengamal agama yang aktif. Terbukti dahulu jamaah shalat fardhu di masjid selalu penuh, kegiatan keagamaan selalu hidup, pengajian tiap ramadhan selalu diadakan, dan dirumah-rumah sering terdengar bacaan al-Qur'an dan shalawat. Itulah keadaan kampungku dan amal leluhurku dulu.


Seiring berjalannya waktu, suasana kehidupan sudah terang, teknologi makin maju, akses ilmu makin mudah, generasi makin pintar, bahkan sekolah mulai tumbuh subur. Namun, yang kelihatan bukan semakin baik, perkembangan zaman justru menjadi keindahan yang menggiurkan bagi generasi berikutnya. Generasi yang moyangnya, leluhurnya, kakeknya, ayahnya, ibunya, kampungnya katanya dikenal alim dan rajin ibadah. Berubah menjadi generasi bobrok. Khamar yang tadinya asing dan tersembunyi, mulai dipasarkan dan dikonsumsi secara terang-terangan, shalat mulai diabaikan, kealiman leluhurnya dan kampungnya tinggal cerita. 

Jabatan mulai mencabik-cabik jiwa masyarakat, harta mulai melalaikan, para pedagang mulai tidak jujur, dan hartawan semakin kikir. Jadilah generasi itu seperti Fir'aun, Qarun, Haman, dan Ubay bin Khalaf. Meŕeka mulai lupa pada kewajibannya untuk taat kepada Allah dengan mengabaikan shalat. Semua itu terjadi karena mereka telah sibuk sebagaimana sibuknya Fir'aun, Qarun, Haman, dan Ubay bin Khalaf. Na'uzubillah.


فخلف من بعدهم خلف أضاعوالصلاة والتبعواالشهوات فسوف يلقون غيا

"Kemudian datanglah setelah mereka generasi yang mengabaikan shalat dan mengikuti keinginan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan tersesat. (Q.S. Maryam: 59).

Foto:Tidak Pribadi


Dan kelak generasi seperti ini dikumupulkan bersama Fir'aun, Qarun, Haman, dan Ubay bin Khalaf, mereka tersesat. Namun, jika mereka mau bertaubat, sesungguhnya ampunan Allah begitu luas. Mari manfaatkan kesempatan hidup ini, untuk merubah perilaku kita lebih baik lagi. Menjadi generasi yang taat dan membawa ketentraman bagi diri, keluarga, dan masyarakat. Insya Allah.

 Renungan ini mudah-mudahan menjadi ibrah dan hikmah bagi kita sebagai generasi pewaris nilai-nilai amal baik leluhur kita. Doa dan harapan seharusnya kita selalu tanamkan untuk menjadi generasi terbaik, tertaat, dan tersoleh. Generasi yang selalu mampu meneladani perjuangan dan sikap taat leluhurnya. Aamiin...

Oleh:Admin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

     ANIN LIHI, M. AG SELAMAT MENUNAIKAN SHALAT IDHUL ADHA 1443 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

Sekilas Memahami Islam, Iman, dan Ihsan

  السلام عليكم وَرَحْمَةُ الله وبركاته                                                                     انَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ ونَسْتَغْفِرُهُ ˛ وَنَعُوْذُبِاللهِ مِنْش ُ رُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ˛ مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مَضِلَّلَهُ ˛ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَلَهُ˛ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ˛ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ مُحَمدٍ. أَمَّا بَعْدُ. فيَاعِبَادَ اللهِ أُصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُوْنَ, وَقَالَ تَعَالَى فِى قُرْأنِهِ الْكَرِيْمِ˛ أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ˛ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ˛ يَاأَيُّهَا النَّاسُ التَّقُوْا رَبَّكُمُ الَذِي ...