Langsung ke konten utama

Keutamaan Mempelajari Tajwid, Untuk Termotivasi Insya Allah

Oleh: Anin Lihi



Dengan mengetahui ilmu tajwid membaca al-Qur’an insya Allah menjadi semakin bagus. Kita juga semakin terhindar dari kekeliruan. Huruf-huruf terpenuhi hak-haknya. Membacanya sesuai tempat keluarnya. Seiring ketepatan membacanya, akan benar pula makna-maknanya. 

Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT. yang membacanya akan diberi pahala berlipat ganda. Bahkan setiap huruf-hurufnya memiliki nilai pahala. Dari satu pahala dilipatgandakan menjadi sepuluh pahala. Begitulah nabi menjelaskannya kepada kita. 

Nabi SAW bersabda:


عَنْ عَبْد اللَّهِ  بْنِ  مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ:  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ 

Artinya: “Dari Ibnu Mas’ud ra. Berkata: “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah (al-Qur’an) makai mendapat satu kebaikan (pahala). Setiap kebaikan itu akan dilipatkan menjadi sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan: “alif laam miim” (ا لم) satu huruf tetapi alif (ا) satu huruf, laam (ل) satu huruf, dan miim (م) satu huruf.” (HR. Tirmidzi. Terj. Riyadhus Shalihin. Jilid 2. h. 56).

Apalagi jika membacanya dengan suara yang merdu dan sesuai dengan tajwidnya. Maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat. Dianjurkan membaca al-Qur’an dengan suara yang dimerdukan atau dibaguskan. Bahkan diancam orang yang enggan membaguskan suaranya.

Nabi SAW bersabda:

Artinya: “Dari Abu Lubabah Basyir bin ‘Abdul Mundzir ra. Bahwasannya Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang tidak membaguskan suaranya di waktu membaca al-Qur’an maka tidaklah termasuk golonganku.”. (HR. Abu Dawud Terj Riyadhus Shalihin. jilid 2. h. 58).

Suara yang bagus mungkin berfariasi. Bahkan kalau diukur-ukur banyak yang merasa suaranya tidak bagus. Jadi hadits ini dipahami sebagai suara yang dimaksud bukan semata-mata karena suaranya, tetapi kebagusan dalam melafalkan setiap huruf dan hukum-hukum bacaan al-Qur’an. Spebab pada hakikatnya, semua orang memiliki suara yang bagus. Suara itu cirikhas. Yang membuat bacaan-bacaan al-Qur’an tidak bagus itu terletak pada kekeliruan-kekeliruan membaca hukum-hukumnya dan kekeliruan menempatkan bunyi huruf serta seni dan lagu membacanya. Semua bisa kalau dilatih dan dibiasakan. Semua bisa kalau mau belajar dan berlatih. Tidak ada kata tidak bisa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

     ANIN LIHI, M. AG SELAMAT MENUNAIKAN SHALAT IDHUL ADHA 1443 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

Sekilas Memahami Islam, Iman, dan Ihsan

  السلام عليكم وَرَحْمَةُ الله وبركاته                                                                     انَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ ونَسْتَغْفِرُهُ ˛ وَنَعُوْذُبِاللهِ مِنْش ُ رُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ˛ مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مَضِلَّلَهُ ˛ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَلَهُ˛ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ˛ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ مُحَمدٍ. أَمَّا بَعْدُ. فيَاعِبَادَ اللهِ أُصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَالْمُتَّقُوْنَ, وَقَالَ تَعَالَى فِى قُرْأنِهِ الْكَرِيْمِ˛ أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ˛ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ˛ يَاأَيُّهَا النَّاسُ التَّقُوْا رَبَّكُمُ الَذِي ...

GENERASI TERSESAT

 Seringkali kita mendengar kisah dari orang yang membanggakan leluhurnya, asal kelahirannya, Datuknya, Kakeknya, ayahnya, ibunya, dan saudaranya. Dia mulai bercerita, Leluhurku dulu seorang alim ulama, kakekku dulu seorang abid, ayah dan ibuku ahli ibadah dan ahli Qur'an. Mereka Tidak pernah meninggalkan shalat dan bahkan mereka juga telah dipanggil haji,  ada yang menjadi Kiyai, Ustadz, Ulama, Imam, dan Qori' terkenal. Kampungnya diceritakannya sebagai kampung ulama, jamaah masjidnya selalu penuh, dikampung itu tidak kami kenal yang namanya pesta, pemuda tidak menyukai minuman keras, kehidupan begitu akur. Semua itu terwujud karena  kampung itu terkenal sebagai pengamal agama yang aktif. Terbukti dahulu jamaah shalat fardhu di masjid selalu penuh, kegiatan keagamaan selalu hidup, pengajian tiap ramadhan selalu diadakan, dan dirumah-rumah sering terdengar bacaan al-Qur'an dan shalawat. Itulah keadaan kampungku dan amal leluhurku dulu. Seiring berjalannya waktu, suasana ke...